bisnis sablon, untung gak ?


Usaha digital printing bukan hal yang mudah untuk dilakukan, jika anda tidak memiliki persiapan yang cukup, maka hasilnya akan sia-sia saja. Setiap orang yang memulai bisnis untuk mendapatkan untung sebanyak-banyaknya dan dengan modal yang seminim-minimnya. Modal merupakan hal yang harus sangat anda pikirkan, karena tanpa modal yang cukup, usaha atau bisnis anda tidak akan berjalan lancar. Modal yang sedikit bukanlah masalah jika yang dihasilkan melimpah ruah.

Hasil yang melimpah ruah inilah yang akan bergantung dengan strategi bisnis yang anda buat dan anda akan memerlukan sebuah rencana perhitungan yang matang dan bisa mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Salah satunya dengan usaha sablon menggunakan mesin printing kain epson F2000 ini. Berikut asumsi perhitungan untuk usaha sablon yang dibuat untuk mempermudah bisnis anda nanti.

Investasi Awal
Mesin Printing Kain Epson F2000 = Rp 266.200.000,-
Mesin Heat Press Kaos38x38 cm                   = Rp 3.499.000,-
Biaya Gaji Karyawan                                      = Rp 2.500.000,-
Biaya Tak terduga                                          = Rp 5.000.000,-
TOTAL                                                             Rp 277.199.000,-

Biaya Operasional produksi perkaos

Harga Polyflex 10 M  = Rp    000,-
Harga polyflex 75.000/m (5 Desain)
Ongkos sablon             = 75.000 : 5        = Rp 15.000,-

Harga kaos                  = 37.000,-

Harga Kaos Sablon      = 15.000 + 37.000                 = Rp      52.000,-

Total Biaya Operasional                                             = Rp 750.000 + Rp 52.000

                                                                                   = Rp 802.000,-

baca juga : mesin digital printing murah jakarta

Analisa Bisnis Sablon Kaos dengan bahan Polyflex

Harga kaos pada umumnya 100.000/kaos. Mari asumsikan 1 hari mendapatkan order 50 kaos, dengan hari kerja 26 hari.

Margin/kaos = Rp 100.000  – Rp 52.000      = Rp 48.000,-
Profit = Rp 50 kaos x Rp 48.000        = Rp 2.400.000,-
Omzet = 26 hari x Rp 560.000            = Rp 62.400.000,-

Harga jual diatas merupakan harga rata-rata yang merupakan estimasi melalui pembulatan perhitungan. Dari simulasi perhitungan diatas menghasilkan BEP (Break Event Point) sebagai berikut :

Nilai profit = Nilai Omzet (Laba bersih) – Biaya Operasional
= Rp 400.000 – Rp 802.000
= Rp 61.598.000/ Bulan
BREAK EVENT POINT = Nilai Investasi Awal : Nilai Profit per bulan
= Rp 277.199.000 : Rp 61.598.000
= kurang lebih 4,5 Bulan Investasi anda akan kembali

Seperti itulah kira-kira, perhitungan bisnis diatas hanyalah sebuah asumsi atau perkiraan yang tidak bisa dijadikan patokan sebagai keputusan penentuan. Omset yang besar juga bergantung dengan jumlah orderan rata-rata per hari yang didapat, serta hasil dan kualitas dari cetak printer. Ketika kualitasnya bagus, maka konsumen anda tidak akan sayang dan ragu lagi untuk mengeluarkan kocek yang cukup besar untuk membeli kaos sablon yang anda buat.

Perlunya media promosi yang gencar agar iklan anda tersebar dengan baik. Jika promosi anda cukup gencar dilakukan, maka pendapatan pun memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan hasil yang semakin besar. Ketika pendapatan anda semakin besar, modal yang anda keluarkan pun akan cepat kembali tanpa anda sadari.

Jadi kesimpulannya, setiap usaha atau bisnis itu membutuhkan perencanaan yang baik. Oleh sebab itu, semoga perhitungan bisnis diatas dapat menjadi contoh dan membantu anda dalam memulai sebuah usaha digital printing. Namun, perlu pahami sekali lagi, bahwa perhitungan bisnis diatas hanyalah asumsi atau contoh. Alangkah baiknya jika anda melakukan survey langsung untuk mendapatkan hasil perhitungan yang lebih nyata. Semakin anda sering melakukan survey, maka akan semakin banyak anda akan mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

Postingan populer dari blog ini

Mengenal LASER MARKING, LASER ENGRAVING, dan LASER ETCHING

Mesin digital printing murah jakarta