Kalkulasi bisnis sablon mesin dtg
Jikalau berbicara tentang untung-untungan, pernah nggak sih sesekali terfikir untuk mendapat penghasilan lebih dari usaha digital printing sendiri? Pastinya pernah ya! Atau bahkan para pembaca setia disini sudah memiliki usaha digital printing sendiri?
Nah, berbicara tentang usaha digital printing … Sudah pada tahu usaha digital printing yang lagi populer banget akhir – akhir ini? usaha digital printing yang diminati banyak orang dari segala kalangan ”Usaha Sablon Digital”. Sablon sendiri banyak cara dan metodenya, tergantung pada media yang disablon. Disini kita akan membahas sedikit tentang sablon kaos atau kain yang menggunakan mesin printing kain DTG. Sudah pernah dengar tentang mesin printing kain DTG?
Mesin printing kain DTG memiliki kepanjangan Direct to Garment yang dalam bahasa Indonesianya berarti “Langsung ke Garmen” maksudnya adalah mesin printing kain ini mampu mencetak gambar lansung pada material garmen. Printer kain DTG adalah jenis teknologi terbaru untuk para pengusaha percetakan kaos distro maupun cetak kaos 3d di Indonesia. Mesin printing kain ini sangat membantu dalam produksi kaos dan baju sablon, karena dengan mesin printing kain DTG membuat pekerjaan anda sudah pasti akan lebih CEPAT, hasil print BAGUS, dan kualitas TAHAN LAMA.
Nah, sebelum memulai suatu bisnis yang baru ada baiknya kita mengetahui perhitungan keuntungan dari bisnis yang akan kita mulai. Bagaimana perhitungan bisnis sablon dengan mesin printer kain DTG? Berikut simulasi perhitungannya Bisnis Sablon dengan Printer kain DTG
Menghitung biaya produksi perkaos
Biaya produksi sablon kaos putih/terang (tanpa tinta putih)
Tinta warna CMYK 100ml, Rp. 175.000 x 4 = 700.000
100 ml dapat mencetak 100 kaos
Jadi, 700.000 : 100 = Rp. 7.000/kaos
Biaya produksi sablon kaos hitam (CMWWYK)
Tinta warna CMYK 100ml, Rp. 175.000 x 4 = 700.000 : 100 = 7.000/kaos
Tinta putih 100ml, Rp. 395.000 x 2 = 790.000 : 100 = 7.900/kaos
Jadi, 7.000 + 7.900 = Rp. 14.900/kaos
Analisa bisnis
baca juga : mengenal printer dtg
Kaos putih / terang
Jasa sablon DTG = 25.000
Modal kaos = 25.000
Total biaya modal = 50.000
Harga jual = 70.000/kaos
Keuntungan = 20.000
Asumsi dalam 1 hari menerima order 5 kaos
Omzet 5 x 70.000 x 30 hari = 10.500.000
Modal 5 x 50.000 x 30 hari = 7.500.000
Keuntungan Rp. 3.000.000/bulan
Kaos gelap
Jasa sablon DTG = 35.000
Modal kaos = 30.000
Total biaya modal = 65.000
Harga jual = 90.000/kaos
Keuntungan = 25.000
Asumsi dalam 1 hari menerima order 5 kaos
Omzet 5 x 90.000 x 30 hari = 13.500.000
Modal 5 x 65.000 x 30 hari = 9.750.000
Keuntungan Rp. 3.750.000/bulan
Mari asumsikan 1 hari menerima order 5 kaos putih dan 5 kaos hitam
Pendapatan 1 bulan
= Rp. 3.000.000 + Rp. 3.750.000
= Rp. 6.750.000 (300 pcs kaos gelap & terang)
Harga mesin DTG = Rp. 17.900.000
Harga mesin Press = Rp. 3.499.000
BEP (break event point)
= Investasi Awal : Keuntungan Perbulan
= Rp. 21.399.000 : Rp. 6.750.000
= 3/4 bulan Investasi Kembali
Perhitungan diatas baru hanya 5 kaos/hari, bisa coba bayangkan kan bagaimana bila anda menjual 10 kaos bahkan lebih setiap harinya?
Nah, itulah sekilas gambaran analisa bisnis sablon dengan mesin printing kain DTG, semoga bisa menjadi bahan acuan referensi bagi anda peminat usaha sablon. Rejeki memang sudah ada yang mengaturnya, tetapi tidak ada salahnya mencoba peruntungan baru, namanya juga usaha digital printing hehe